Tentang Kanker Kulit Melanoma

Tentang Kanker Kulit Melanoma


Kanker kulit melanoma merupakan jenis kanker yang awal permulaannya dimulai di melanosit, merupakan sel di epidermis yang memhasilkan melanin dan memilik fungsi untuk menyerap sinar ultraviolet dan menproteksi kulit dari serangan dan kerusakan.

Nama lain dari kanker ini termasuk melanoma maligna dan melanoma kulit. Sebagian besar sel melanoma masih tetap memproduksi melanin, sehingga tumor melanoma biasanya berwarna cokelat atau hitam. Akan tetapi sebagian dari melanoma tidak bisa membuat melanin dan dapat terlihat merah muda, cokelat, atau bahkan putih.

Melanoma mampu berkembang di daerah mana saja pada anggota kulit,akan tetapi mereka lebih kemungkinan untuk mengawalinya di area dada dan punggung, pada pria dan pada kaki wanita. Leher dan wajah merupakan wilayah umum lainnya.

Memiliki Kulit berpigmen yang tidak terlalu terang dapat menurunkan risiko melanoma di tempat-tempat yang lebih biasanya,akan tetapi siapa pun bisa mendapatkan melanoma di telapak tangan, telapak kaki, dan di bawah kuku. Melanoma di wilayah ini merupakan porsi melanoma yang jauh lebih besar di Afrika-Amerika dari pada kulit putih.

Melanoma bisa juga terbentuk di wilayah-wilayah lainnya dari anggota tubuh Anda layaknya di zona mata, mulut, alat kelamin, dan area anus, akan tetapi keadaan seperti ini jauh lebih jarang daripada melanoma kulit.

Melanoma jauh lebih jarang daripada sel basal dan kanker kulit sel skuamosa. Akan tetapi melanoma memiliki kekhawatiran dan lebih berbahaya disebabkan kemungkinan jauh lebih besar menyebar ke bagian tubuh lain jika tidak terdeteksi sedini mungki

Faktor Risiko Kanker Kulit Melanoma

Faktor risiko yaitu semua yang dapat memengaruhi peluang Anda untuk terkena penyakit seperti kanker. Kanker yang berbeda mempunyai faktor risiko yang berbeda. Sebagian faktor risiko lainnya, seperti merokok dan paparan sinar matahari berlebih, dapat diubah. Akan tetapi penyebab yang disebabkan oleh usia atau riwayat keluarga, akan susah untukdiubah.

Mempunyai faktor risiko, atau bahkan banyak faktor risiko, bukan berarti Anda akan mendapatkan melanoma. Banyak orang dengan faktor risiko tidak pernah mengalami melanoma, sementara yang lain dengan penyakit ini kemungkinan mempunyai sedikit atau tidak ada faktor risiko yang bisa diketahui.

Akan tetapi, ada pentingnya untuk kita lebih  mengetahui mengenai faktor risiko melanoma karena kemungkinan ada beberapa hal-hal yang bisa kita antisipasi untuk menurunkan risiko jika kita suata saat mendapatkannya. Apabila berisiko lebih tinggi karena beberapa faktor-faktor tertentu, ada juga hal-hal yang bisa kita lakukan yang kemungkinan dapat membantu untuk mengatasinya lebih awal, dan kemungkinan akan lebih mudah bisa segera diobati.

Beberapa faktor risiko yang bisa seseorang bisa  lebih memungkinkan berkembang terindikasi  melanoma, di antaranya:


1. Paparan sinar ultraviolet (UV)

Paparan sinar ultraviolet (UV) adalah salah satu faktor risiko yang utama untuk sebagian besar terindikasi melanoma. Sinar matahari merupakan sumber utama sinar UV.

Sementara sinar UV hanya membentuk beberapa kecil dari sinar matahari, mereka merupakan penyebab utama efek merusak matahari pada kulit. Sinar UV merusak DNA sel-sel kulit. Awal terjadinya Kanker kulit dimulai ketika kerusakan ini merubah DNA gen yang mengawasi perkembangan sel kulit.

2. Tahi lalat

Tahi lalat (juga dikenal sebagai nevus) yaitu tumor berpigmen jinak (non-kanker). Pada Bayi biasanya tahi lalat tidak ditemukan; kemunculan tahi lalat biasanya mulai sering  pada anak-anak dan dewasa muda. Walaupun kebanyakan tahi lalat tidak pernah  menciptakan permasalah,akan tetapi seseorang yang mempunyai banyak tahi lalat akan lebih mungkin berkembang menjadi melanoma.

Mol atipikal (nevi displastik): Tahi lalat ini akan nampak terlihat sedikit seperti tahi lalat normal ,akan tetapi juga mempunyai beberapa macam melanoma. Mereka sering lebih besar dari tahi lalat lainnya dan mempunyai bentuk atau ketidak normalannya pada warnanya . Kemunculan Tahilalat ini bisa terjadi pada kulit yang sering terkena matahari serta kulit yang biasanya tertutup, seperti di pantat atau kulit kepala.


Nevi displastik sering terjadi dalam keluarga. Sebagian kecil dari nevi displastik bisa berkembang menjadi melanoma. Akan tetapi sebagian besar nevi displastik jarang pernah berkembang menjadi kanker, dan banyak melanoma tampaknya muncul tanpa nevus displastik yang sudah ada sebelumnya.

Sindrom nevus dysplastic: Sindrom nevus dysplastic juga dikenal sebagai sindrom multiple melanoma famili atipikal familial, atau FAMMM. Orang dengan keadaan ini biasanya diwariskan dan mempunyai banyak nevi displastik dan setidaknya satu kerabat dekat yang sudah mengalami melanoma.

Orang-orang yang dengan keadaan seperti ini mempunyai faktor risiko melanoma seumur hidup yang cukup tinggi, sehingga  apabila mereka indikasi seperti ini harus mempunyai pemeriksaan kulit yang secara menyeluruh dan teratur oleh dokter kulit

Nevi melanositik kongenital: Tahi lalat bawaan sejak lahir disebut nevi melanositik kongenital. Risiko seumur hidup melanoma berkembang di nevi melanocytic kongenital diperkirakan antara 0 dan 10%, tergantung pada ukuran nevus. Orang dengan nevi kongenital yang sangat besar memiliki risiko yang lebih tinggi, sedangkan risikonya lebih rendah bagi mereka dengan nevi kecil. Misalnya, risiko melanoma pada nevi kongenital yang lebih kecil daripada telapak tangan Anda sangat rendah, sementara risiko yang menutupi sebagian besar punggung dan bokong memiliki risiko yang jauh lebih tinggi.

3. Memiliki Kulit cerah, berbintik-bintik, dan jenis rambut tipis.

Risiko terkena melanoma akan jauh lebih tinggi untuk sebagian orang berkulit putih daripada untuk orang Amerika Afrika. Memiliki Kulit putih dengan rambut merah atau pirang, bermata biru atau hijau, atau kulit cerah yang berbintik-bintik atau terbakar akan lebih dengan mudah berisiko terindikasi lebih tinggi.

4. Riwayat keluarga melanoma

Untuk seseorang yang pernah memiliki saudara tingkat pertama (orang tua, saudara laki-laki, saudara perempuan, atau anak-anak) mengalami melanoma risiko terindikasi akan lebih tinggi.Hampir sekitar 10% dari kasus terkena melanoma adalah orang yang memiliki riwayat keluarga penyakit ini sebelumnya.

Peningkatan lainya risiko mungkin terkena karena kebiasaan sering terkena sinar matahari, kecenderungan keluarga untuk memiliki kulit yang adil, perubahan gen tertentu (mutasi) yang berjalan dalam keluarga, atau kombinasi faktor.

Sebagian besar pakar sangat tidak menganjurkan untuk orang-orang yang memiliki riwayat keluarga melanoma melakukan pengujian genetik untuk mencari mutasi, karena hal ini belum jelas juga tingkat keberhasilannya seberapa membantu untuk Anda. Sebaliknya, para ahli menyarankan agar mereka melakukan hal berikut:

· Lakukan pemeriksaan kulit secara teratur oleh dokter kulit mereka sendiri sebulan sekali.
· Disarankan untuk berhati-hati terhadap perlindungan sinar matahari dan hindari sinar UV buatan (seperti dari indoor tanning)
· Selalu gunakan Sunblock SPF 15 untuk pencegahan dari luar.

5. Memiliki sistem kekebalan yang lemah.

Memiliki Sistem kekebalan tubuh yang baik sangat membantu seseorang untuk melawan kanker kulit dan organ lainnya. Orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah (dari penyakit tertentu atau perawatan medis) lebih kemungkinan terindikasi untuk berkembang kearah jenis kanker kulit, termasuk melanoma.

6. Menjadi lebih tua

Kemunculan Melanoma memang lebih memungkinkan terjadi pada seseorang yang memiliki usia lebih tua, akan tetapi hal ini juga bisa ditemukan pada orang yang lebih muda. Bahkan, melanoma merupakan salah satu kanker yang paling umum terjadi pada orang yang lebih muda dari 30 (terutama wanita yang lebih muda). Melanoma yang terjadi dalam keluarga dapat terjadi pada usia yang lebih muda.






Comments